Memahami Doktrin Kristian

Memahami secara ilmiah doktrin Kristian berdasarkan sudut pandang Bible menerusi ajaran Jesus dengan mengabaikan keyakinan 'iman buta' atau sekadar ikut-ikutan beriman tanpa ada penerangan kefahaman yang jelas tentang doktrin ini.

*** 

Siapakah Jesus?

31. tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Adakah Triniti wujud?

Ajaran Bible mengenai sifat-sifat Tuhan yang diringkaskan dalam perkataan “Triniti” adalah berdasarkan kepada kefahaman mengenai identiti Jesus.Istilah bagi doktrin Triniti terdapat di merata-rata tempat di dalam Perjanjian Baru.

19. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
4. Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
5. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
6. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
14. (13-13) Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.

20. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.
21. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.

Doktrin Triniti mungkin lebih mudah untuk difahami dari segi hubungannya dengan penyelamatan Kristian.

Penganut Kristian percaya bahawa Tuhan Bapa mahukan kita berdamai denganNya daripada dosa-dosa dan dia telah mengutuskan Anak, Yang sempurna kehidupanNya, yang mana kematian Anak ini membolehkan perdamaian.

Penganut Kristian percaya bahawa Bapa, atas nama Jesus, telah mengutus Roh Suci yang menganugerahkan keselamatan Jesus kepada penganut-penganut Kristian, lalu menyelamatkan mereka serta memberi mereka kekuatan untuk menjalani kehidupan yang bebas daripada dosa.

Demikanlah kepercayaan dan keyakinan penganut-penganut Kristian mengenai Bapa, Anak dan Roh suci. Bagaimanapun, mereka percaya bahawa terdapat satu Tuhan sahaja.

Bagaimana dapat kita fahami hal ini? 

Di sinilah munculnya perkataan “Triniti”. Ia menyatakan kebenaran mengenai Tuhan seperti yang terdapat di dalam Bible. 

Peri pentingnya doktrin ini dalam kehidupan seorang Kristian dapat dijelaskan dengan memberikan contoh.

Adakah Jesus zuriat Tuhan?

Di dalam Perjanjian Baru, Jesus diperkenalkan sebagai Anak Tuhan melalui keistimewaan hubunganNya yang unik dan abadi dengan Bapa, serta melalui kelahirannya yang unik oleh seorang perawan.

Pemahaman bagaimana Jesus adalah Anak Tuhan di dalam Perjanjian Baru memaklumkan;
18. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
19. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
20. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
21. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Pandangan seolah-olah Jesus adalah hasil daripada penyatuan fizikal di antara Tuhan dan Maryam bukan demikian. Peristiwa kelahiran Jesus yang ajaib adalah melalui perantara Roh Suci. 

Hasilnya, Tuhan Anak dijelmakan sebagai manusia; Jesus adalah “manusia-Tuhan”.

“Begotten” (Penterjemah menterjemahkan perkataan ini sebagai “dizuriatkan”. Tiada perkataan Bahasa Melayu yang setara dengan perkataan ini) adalah perkataan Inggeris lama yang membawa maksud memperolehi anak, penekanan di sini adalah seorang lelaki “beget” (menzuriatkan) untuk menjadi bapa kepada seorang anak.

Dalam maksud inilah King James menterjemahkan perkataan Greek monogenes sebagai “begotten“. Jesus mempunyai semua sifat-sifat Bapa melalui kejadian yang luar biasa.

Pernahkah Jesus berkata di dalam Bible “Aku adalah Tuhan” atau “Sembahlah aku”?

Jesus menonjol berbanding tokoh-tokoh keagamaan lain kerana dakwaannya mengenai dirinya. Beliau memiliki prerogatif Tuhan, berhak ke atas ketaatan yang tertinggi daripada manusia, menerima tanpa sebarang celaan penyembahan dan ketaatan mereka yang beriman. 

Berikut adalah beberapa contoh berkenaan hal ini.

[A] Pengampunan dosa

Di dalam Markus 2:1-12 dapat kita baca kisah Jesus menyembuhkan seorang lelaki yang lumpuh sebelah kaki. Apa yang menggemparkan orang ramai pada masa tersebut adalah kata-kata Jesus sebelum menyembuhkan lelaki tersebut.

Markus merekodkan apa yang berlaku apabila Jesus nampak sekumpulan lelaki membawa lelaki lumpuh tersebut kepadaNya:


1. Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
3. ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
4. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
5. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
6. Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
7. "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
8. Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
9. Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
10. Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" --berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu--:
11. "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"

12. Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."

[B] Gelaran

Gospel menggunakan dua gelaran untuk Jesus sepanjang tempoh beliau berdakwah.

i) Anak Manusia

Jesus sendiri lebih kerap menggunakan gelaran ini. Ia adalah gelaran Messianik yang diperolehi daripada buku Danial, Perjanjian Lama. Apabila kita membaca petikan di dalam Danial, dakwaan secara tidak langsung yang Jesus nyatakan mengenai Dirinya menjadi ketara:

13. Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
14. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

ii) Anak Tuhan

Semasa perbicaraanNya, Jesus mengesahkan gelaran ini:

61. Tetapi Ia tetap diam dan tidak menjawab apa-apa. Imam Besar itu bertanya kepada-Nya sekali lagi, katanya: "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?"
62. Jawab Yesus: "Akulah Dia, dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di tengah-tengah awan-awan di langit."

[C] Pengakuan Jesus secara terus-terang

Pada kemuncak suatu perdebatan yang panjang, Jesus telah mengatakan yang berikut mengenai diriNya:

56. Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
57. Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
58. Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
59. Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Apa yang mengejutkan mengenai dakwaan di atas adalah dua perkataan “aku sudah ada”. Ini adalah perkataan yang telah Tuhan gunakan untuk diriNya semasa Dia menyeru Musa:


14. Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

[D] Jesus disembah

35. Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
36. Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
37. Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
38. Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

“Sebelas orang pengikut Jesus pergi ke bukit di Galilee seperti yang diperintahkan oleh Jesus kepada mereka. Apabila mereka melihat Jesus, mereka menyembah Dia” Matius 28:16-17

E) Jesus menerima hak sebagai Tuhan

Di dalam dialog di antara Jesus dan Thomas yang masih ragu-ragu, kita dapati:

“Kemudian Jesus berkata kepada Thomas, “Letakkan jarimu di sini dan lihatlah tanganku. Hulurkan tanganmu dan letakkanlah pada rusukku. Janganlah ragu-ragu lagi, tetapi percayalah!”. Thomas berkata kepada Jesus, “Ya Tuhanku! Ya Allahku!”. Jesus berkata kepadanya, “Adakah kamu percaya kerana kamu sudah melihat aku? Berbahagialah orang yang percaya meskipun tidak melihat aku“.” Yohanes 20:27-29

Adakah Jesus mengatakan “Aku adalah Tuhan”? Tidak, kerana itu akan menimbulkan salah faham. Jesus bukan Bapa (seperti yang akan difahami oleh mereka yang mendengar). Jesus adalah Anak. 

Bagaimanapun, jelas sekali Jesus menyatakan wujud suatu hubungan yang unik dengan Tuhan yang Jesus panggil “Bapa”. Pengakuan Jesus mengenai diriNya, mukjizat yang Dia lakukan, pernyataan-pernyataanNya seperti yang dipetik di atas, dan reaksi yang Dia terima daripada orang ramai menjelaskan kepada kita maksud hubungan Anak Tuhan secara beransur-ansur.

Di pembuka Gospelnya, Yohanes memperkenalkan Jesus sebagai “Firman” dan memberikan penerangan yang jelas mengenai identiti Jesus, maksud penjelmaan dan secara sepintas lalu mengenai Triniti: “Sebelum dunia ini diciptakan, Firman sudah ada, Firman itu bersama-sama Allah, dan Firman itu sama dengan Allah. 

Sejak permulaan, Firman itu bersama-sama Allah. Allah menjadikan segala sesuatu melalui dia. Tiada sesuatu pun di semesta alam ini yang dijadikan tanpa Dia. Firman itu sumber hidup, dan hidup itu memberi cahaya kepada manusia. 

Firman itu sudah menjadi manusia dan tinggal antara kita. Kita nampak kemuliaannya, kemuliaan yang diterimanya sebagai anak tunggal Bapa. Melalui dia, kasih Allah dan Allah sendiri ditunjukkan kepada kita” (Yohanes 1:1-4; 14)

Jika dapat dibuktikan dengan menggunakan Bible bahawa Jesus bukan Tuhan, bukan juga zuriat Tuhan, dan juga bahawa Triniti tidak wujud, adakah ini akan membuktikan bahawa terdapat segelintir manusia tidak berprinsip yang telah menyelewengkan firman Tuhan?

Ajaran Kristian mengenai Jesus berkisar sekitar tiga fakta: penjelmaan, penyaliban dan kebangkitan semula. 
Bukti daripada Bible, atau mana-mana sumber lain bahawa mana-mana satu daripada ketiga-tiga fakta ini tidak benar, maka tonggak ajaran ini akan roboh. Kebanyakan “bukti-bukti” yang dikemukakan biasanya melaga-lagakan satu petikan kitab dengan petikan lain, dan biasanya dengan mengambil makna di luar konteks. 

Saya percaya bahawa konteks sentiasa akan mewajarkan pemahaman mengenai Tuhan dan Jesus yang cuba diterangkan.

Saya akhiri dengan mengajak pembaca membaca sendiri Bible, terutamanya salah satu Gospel. Saya percaya kata-kata dan amalan-amalan Jesus akan meyakinkan pembaca untuk menerimaNya sebagai Tuhan dan Penyelamat serta melaluiNya, memperolehi kepuasan kerohanian yang dicari-cari oleh ramai orang pada hari ini.

##

0 comments:

Post a Comment

 

40 (Empat Puluh) Hadis Akhir Zaman

40 (Empat Puluh) Hadis Akhir Zaman

40 (Empat Puluh) Hadis Akhir Zaman